Puisi harian "Dibalik Hari Ini"

 

Dibalik Hari Ini

Fina N F

Ributnya hiruk priuk ibu kota

Sumbangan para makhluk fana dan rentetan buatannya

Seolah sadar tak sadar disandingnya

Bila ingin menyapa senja saat nanti tersenyum

Kaki bahu dipaksakan sekuat baja

Anak jalanan yang tak kuasa menahan hausnya

Seolah menjadi sorotan para raga yang sadar

Mata dan hati mereka tersirat rasa iba

Tetapi apalah daya

Kondisi telah merajalela direntetan trotoar

Menghiasi deretan sela-sela jalanan kota

Seakan-akan telah dipermanenkan

Bagaimana dengan para manusia dengan sejuta hartanya

Apakah mereka memikirkannya?

Ataukah sekarang bersembunyi dibalik selimut bantalnya

Meski dalam kondisi ibu pertiwi saat ini

Yang tak khawatir menyambung usia anak cucu

Tetapi semua tak bisa dipukul rata sama

Banyak manusia dengan mental emasnya

Mendantikan bumi ini bersinar kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Harian "Sajak Tangguh"

Puisi harian "Sejarahku Indonesiaku"